Menu

Dark Mode
Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ungkap 171 Kasus Kejahatan Jalanan 3C, 103 Tersangka Diamankan Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya Serahkan Referensi Hukum Terbaru kepada 17 Taruna Akpol: Perkuat Profesionalisme Generasi Mendatang Jalin Keakraban dengan Warga, Satgas Ops Damai Cartenz Gelar Patroli Dialogis di Serambakon IJC dan GPIB Bangun Gerakan Literasi Nasional untuk Pendidikan Berkemajuan Danlanal Bintan Hadiri Peringatan Hari Marwah Provinsi Kepri Ke-24 Agung Karang Sebut Pola Asuh Positif Kunci Membangun Generasi Berkualitas

News

BEM Unindra Ingatkan Mahasiswa Waspadai Provokasi Politik di Tengah Dinamika Nasional

badge-check


					BEM Unindra Ingatkan Mahasiswa Waspadai Provokasi Politik di Tengah Dinamika Nasional Perbesar

Jakarta – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) mengingatkan generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk tetap kritis namun waspada terhadap berbagai bentuk provokasi politik yang berpotensi memecah belah di tengah dinamika nasional yang kian kompleks.

Ketua BEM Unindra, Helmi Fahri, menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan, namun juga rentan dimanfaatkan oleh kepentingan politik tertentu jika tidak dibekali kesadaran kritis.

> “Mahasiswa harus tetap menjadi kekuatan moral dan intelektual, bukan alat kepentingan politik praktis. Di tengah situasi yang dinamis, kita harus waspada terhadap narasi provokatif yang dapat mengarah pada perpecahan, bahkan tuduhan-tuduhan serius seperti makar.”

Ia menilai bahwa ruang digital saat ini menjadi salah satu medium utama penyebaran informasi yang tidak selalu dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, literasi politik dan kemampuan analisis menjadi hal penting bagi generasi muda.

Menurutnya, sikap kritis tidak boleh dimatikan, namun harus tetap berlandaskan pada data, kajian ilmiah, serta etika demokrasi. Ia juga menolak adanya upaya pembungkaman terhadap gerakan mahasiswa dengan dalih stabilitas.

> “Kita menolak provokasi, tapi kita juga menolak pembungkaman. Kritik adalah bagian dari demokrasi. Yang perlu dijaga adalah arah perjuangan mahasiswa tetap berpihak pada rakyat, bukan ditunggangi kepentingan tertentu.”

BEM Unindra juga mengajak seluruh mahasiswa untuk memperkuat ruang diskusi, kajian, dan konsolidasi sebagai bentuk perlawanan intelektual terhadap narasi yang menyesatkan.

Selain itu, mahasiswa didorong untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya, serta mengedepankan prinsip verifikasi sebelum menyebarkan informasi.

Menutup pernyataannya, Helmi menegaskan bahwa mahasiswa harus tetap berdiri di garis perjuangan rakyat, dengan sikap kritis yang bertanggung jawab.

> “Mahasiswa bukan alat kekuasaan, dan bukan pula alat chaos. Kita adalah penjaga akal sehat demokrasi.”

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

IJC dan GPIB Bangun Gerakan Literasi Nasional untuk Pendidikan Berkemajuan

15 May 2026 - 11:57 WIB

Penumpukan Sampah Hampir Sebulan di Kelurahan Cengkareng Barat Dikeluhkan Warga, Koordinasi RT dan RW Jadi Sorotan

12 May 2026 - 08:40 WIB

Muslimat NU Kota Medan Siap Bersinergi dengan DPP AdNI

11 May 2026 - 11:30 WIB

Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital

11 May 2026 - 01:24 WIB

Jembatan Garuda Diresmikan Pangdam Jaya, Warga Sunter Agung–Pademangan Timur Bersyukur

8 May 2026 - 10:52 WIB

Trending on News